SEJARAH SENI MUSIK KERONCONG INDONESIA VERSI KOMPONIS KUSBINI (1B)

PEMBAWAAN KERONCONG INDONESIA

Pembawaan jenis keroncong Indonesia berciri khas : Ada cengkok, gregel dan embat, mengesankan pembawaan nyanyian (tembang) dalam gamelan laras slendro / pelog, styl Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Bali. Cengkok, gregel dan embat khusus pembawaan perorangan. Ada yang tercatat dalam komposisi lagu, maupun tidak. Dalam keroncong asli cengkok, gregel, dan embat itu tidak tercatat. Cengkok bergerak dalam bagian ruas lagu, menurut birama (maat), dimuka ruas lagu berikutnya, dalam contoh sebagai berikut :

I. Cengkok : KR SERENANDE – Cipt. Kusbini – 1955.

___ === ====
| 0 595 6 5 4/ 5 6 0 5 6 5 | 3 .
Sa ———yup s a y u p

II. Gregel, bergerak jatuh pada permukaan maat, dalam ruas lagu. KR. PASTORAL – Cipt. : Kusbini – 1955.
=======
| . . 3 5 | 7< 1 7< 6< 96<
Ka– lau ki – ta

III. Embat, bergerak dimuka nada pokok. Catatan melodi pokok keroncong Moresko :
___ __
| . 1> 1 7 | 2 1> . . | 3 2/ . 3 7 6 | 6 . . . |
jikalau tu-an mendengarkan i- ni

Pembawaan embat dan gregel dalam Kr. Moresko :
== == === ___ __==
| 7 1> 1> 7 | 1> 2 1> 2> 1> . . | 3 2/ . 3 6 7
Ji kalau tu an mendengarkan
===
6 | 6 7 6 . . . |
i ni

Menyanyikan lagu keroncong asli, harus mengingat ciri-cirinya yang khas, sebagaimana diterangkan dalam hal pembawaan lagu keroncong. Jika para pencipta lagu keroncong mencatat ciri-ciri lagu tersebut, bermaksud agar para penyanyi keroncong tidak membuang antara lain cengkok, gregel dan embat, dan lain-lain, maka pembawaan tersebut bersifat “styl klasik”, berarti mengurangi daya improvisasi para pembawanya. Hal tersebut dilaksanakan Kusbini tahun 1955 dalam kr. Serenande dan Kr. Pastorale, karena pada waktu itu para penyanyi keroncong banyak yang kehilangan pembawaan style keroncong asli, menurut ciri-cirinya yang khas. Hingga sekarang para pencipta lagu keroncong mengikuti cara Kusbini tersebut.

BENTUK ORKES KERONCONG (OK) ASLI INDONESIA

Bersamaan dengan kehidupan dan perkembangan lagu-lagu keroncong, berkembanglah pembawaan iringannya dari OK asli, semula berbentuk tidak tertentu *), kemudian berbentuk khas : 1 suling / flute, 1 biola, 1 cello kendangan, 1 gitar melodi, 1 keroncong, 1 banyo, 1 bas (7 orang pemain), berlaku hingga sekarang.

*) Bentuk OK asli Indonesia semula tidak tertentu 1 biola, 1 gitar melodi, 1 gitar hawaian, 2 – 3 gitar rythm, 1 mandolin, 1 rebana, dipakai untuk kendangan meniru gendang gamelan.
Kemudian rebana itu diganti dengan cello untuk bermain kendangan, karena cello itu dapat berbunyi selaras akor-akor yang digemakan dalam mengiringi lagu-lagu keroncong.

About gemakeroncong

News about Keroncong Music
This entry was posted in Berita Utama. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s