TENTANG SEJARAH SENI MUSIK KERONCONG INDONESIA (Oleh Pak HARTO, AH, Bekasi)

Dalam buletin Gema Keroncong (G.K) Tahun XIV No.5 Januari 2010 dimuat naskah berjudul “Sejarah Seni Musik Keroncong Indonesia versi komponis Kusbini” yang isinya banyak bermanfaat bagi mereka yang ingin mendalami perjalanan musik keroncong.
Kusbini menyatakan bahwa tulisannya itu dikumpulkan sejak tahun 1924 sampai dengan 1976 (52 tahun). Kusbini juga menjelaskan bahwa ia mengenal para olah musik Indonesia, antara lain Achmad Soenardi (hal 6 sebelah kanan). Kebetulan waktu Achmad Soenardi tinggal di Tambun, Bekasi, sering saling bersilaturahmi dengan saya bahkan ia sering membantu sebagai violist pada orkes keroncong Primadona yang saya asuh dan kemudian bersama saya dan Samidi Sunupratomo menyusun buku Serba Serbi Keroncong (SSK). Saya berpendapat bahwa sejarah Seni Musik Keroncong versi Kusbini dapat saling melengkapi dengan isi buku S.S.K. Meskipun demikian saya ingin meralat isi tulisan G.K Tahun XIV yang saya rasakan agak sedikit mengganggu pengertian dan saya yakin sepenuhnya bahwa yang perlu diralat itu hanyalah karena “salah cetak” saja antara lain :

1. a. GK halaman 5 sebelah kiri ditulis “semenanjung pulau SIBERIA”. Perlu diketahui bahwa SIBERIA terletak di ASIA. Dalam Encyclopedic Kleine Winkler Prins dijelaskan = “In Azie gelegen deel van de Sovyet Unie met veel meren en moerasssen” (Siberia terletak di Asia merupakan bagian dari Uni Sovyet dengan banyak danau dan paya2).
b. SSK halaman 26 dan 27 menyebutkan jazirah IBERIA (tanpa.S) ada di Eropa yang dahulu meliputi wilayah Spanyol, PORTUGAL dan sebagian Perancis. Encyclopedie menyebutkan : Iberia, Oude benaming voor Spanye (Iberia adalah sebutan untuk Spanyol tempo doeloe).
Salah cetaknya = Iberia ditulis SIBERIA (kelebihan ‘S’)

2. G.K halaman 5 sebelah kanan tertulis “aan de AEVER der zee” yang diterjemahkan dengan : “di TEPI laut”. Seharusnya bukan aever tetapi OEVER yang artinya TEPI. Salah cetaknya = huruf O ditulis A (oever dicetak aever).

3. G.K halaman 5 sebelah kanan ditulis : “My hart is MET TEVREDEN” diterjemahkan : “HATIKU TAK PUAS”. Seharusnya di tulis = “Mijn hart is NIET TEVREDEN”. Salah cetaknya =
– Mijn ditulis MY (bahasa Inggris)
– NIET ditulis MET (Nl dikira M)

4. a. G.K halaman 7 sebelah kiri tertullis = “Kr Kemayoran……………… dst.
Satu-satunya lagu keroncong di seluruh Indonesia yang berbentuk 16 ruas (bar),
b. SSK halaman 80 menyebutkan bahwa Kr Kemayoran terdiri dari 14 Bar. Selisih 2 (dua) bar itu karena ada tambahan Coda yang tidak ikut dihitung.

5. G.K halaman 7 no. 11 sebelah kanan menyebutkan : “wat brand DEER op de bergen. Mungkin maksudnya adalah = “wat brand DAAR op de bergen (Apa yang menyala di gunung sana). Salah cetaknya = daar dicetak deer.

6. a. SSK menyebutkan bahwa ada istilah Keroncong Asli.
b. GK juga menyebut istilah =
1) Keroncong Asli pada :
a) halaman 7 sebelah kin
b) hataman 7 sebeiah kanan
c) haiaman 8 sebelah kanan (disebut dua kali)

2) Asli pada =
a) halaman 4 sebelah kanan
b) halaman 5 sebelah kiri :
– Angka 1,2,3 dan 5 sebagai RALAT
– Angka 4 sebagai PENJELASAN
– Angka 6 sebagai PENEGASAN

Saya ucapkan terimakasih kepada PAK BELANG dan GEMA KERONCONG atas pemuatan Naskah PAK KUSBINI yang dapat menambah luasnya wawasan insan keroncong. Sekali lagi matur nuwun.

About gemakeroncong

News about Keroncong Music
This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s