SEJARAH SENI MUSIK KERONCONG INDONESIA VERSI KOMPONIS KUSBINI (Lanjutan 2)

BABAK II – Masa kehidupan dan perkembangan jenis keroncong Indonesia dalam periode II.

S. Abdullah, keturunan Arab dari Pekalongan (meninggal tahun 1941), yang dianggap menguasai gaya pembawaan keroncong asli dan baru, berusaha mengembangkan jenis keroncong Indonesia, menciptakan sebuah keroncong baru (keroncong modern), yang dicatat Kusbini dalam tahun 1953, berjudul “Nona Manis”

Kr. Nona Manis
(Keroncong Modern)

Musik-syair : S. Abdullah
Notasi : Kusbini 1938.

Nona manis hidung mancung mata bola
Jiwa manis indung la disayang
Ai kulitnya kuning badan molek seperti boneka
Bibirnya merah bersolek rapi berjalan melenggang
Jiwa layang la pun disayang
Nona manis terbayang-bayang
Jiwa layang la pun disayang
Nona manis ter – ba – yang

Bentuk lagu nona manis dibagi :
1. Introduksi, terdiri 8 ruas lagu, berirama 4/4 dalam Slow – Fox, seirama lagu dansa Barat.
2. Styl keronocng asli, pakai kendangan, bar 1 – bar 20.
3. Kemudian dalam senggaan, bar 21 – bar 28 kembali ke irama slow fox, seirama lagu dansa Barat. Lagu tersebut bentuknya keroncong asli terdiri 28 bar (ruas lagu), antara lain sama dengan Kr. Moresko.
4. Bentuk orkes iringannya terdiri : 1 suling, 1 biola, 1 gitar hawaian, 1 gitar melodi, 1 mandolin, 2 gitas untuk rithm, ditambah 1 keroncong, 1 banyo, 1 cello kendangan dan 1 bas.
5. Jenis lagu dan orkes tersebut, sekarang tidak dipakai.

Tahun 1935 Kusbini menciptakan sebuah keroncong baru berjudul “Keroncong kewajiban Manusia”, berbentuk asli 28 ruas lagu, tidak mengurangi sifat styl pembawaan keroncong, namun melodi beserta syairnya, dngan tanda-tanda lainnya tercatat dalam partitur keroncng diiringi dengan orkes keroncong asli, menggunakan kendangan, ditambah dengan alat-alat musik antara lain : 1 biola I, 1 biola II, 1 viola, 1 cello, 1 bas gesek, 2 saxophone, 1 klarinet, 2 terompet, 1 trombone, 2 suling (flute) dan 1 piano.
Dengan tambahan formasi tersebut, para pemain mempergunakan “party” nya masing-masing. Bentuk orkes tersebut yang disusun tahun 1935, menjadi orkes radio : NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappy) di Embong Malang Surabaya, dipimpin oleh Kusbini, dibantu SM ochtar dan Soekarno. Hingga sekarang bentuk orkes tersebut masih digunakan oleh antara lain : Orkes Radio Republik Indonesia di pelbagai tempat, seperti ROS (Radio Orkes Surakarta), ROJ (Radio Orkes Jogyakarta), dan lain-lain. Para penyanyi antara lain Netty, Soelami, Tioe, Soemarlik, Lily Marie, Kusbini, Darwin, Soekarno, Nono Latuparisa, Hendrik, Ya Coba Regar, Toeminah. Para Penyanyi wanita pada watu itu namanya ditambah dengan sebutan “Miss” dimuka nama aslinya.
Pada pokoknya, lagu Kr. Kewajiban Pemuda, styl pembawaan dan bentuk lagu adalah keroncong asli, dan dimaksud untuk pengembangan lagu keroncong asli. Ciri-ciri khas keroncong baru (Kr. Kewajiban Pemuda) antara lain :
1. Melodi dan syairnya dengan tanda lain-lain tercatat dalam komposisi itu.
2. Isi syair berbeda dengan isi syair seara improvisatoris, yang dulu bersifat asmara.

Lagu tersebut beserta susunan piano, maka para pembawa (musisi) terikat menurut catatan-catatan dalam partitur dan party alat musik masing-masing. Kecuali para penyanyi dapat membawakannya selaras pembawaan keroncong asli, menurut seleranya masing-masing, yang tidak bergaya berlebih-lebihan. Ternyata usaha modernisasi Kusbini itu, hingga sekarang masih dianut oleh para olah musik keroncong kita. Intoduksi dan Coda (ekor lag), merupakan tabahan. Dengan tercatatnya buah-buah komposisi serta partitur, party, melodi dan syair lagu, dan lain-lain, maka akan lebih mudah dan secara mendalam mempelajari dan maklum aneka jenis lagu.

STAMBUL II MINOR : DIBAWAH POHON KAMBOJA

Bersama dengan Kr. Kewajiban Manusia, Kusbini mencipta sebuah jenis lagu stambul II dlaam Minor. Lagu tersebut berbentuk 16 ruas lagu (bar) sama dengan bentuk stambul II asli, pada umumnya terdiri 16 ruas lagu (bar). Intrioduksi dan coda (ekor lagu) 4/4 dalam Audente bersifat Con Dolorosa (sedih). Para olah keroncong tidak banyak yang mengarang lagu stambul II dalam minor, karena susunan akor-akor dalam iringannya berdasarkan susunan nada-nada dalam minor : “Harmonis”  dan Melodis, eknis lebih sukar daripada susunan akor-akor iringan stambul II dalam susunan nada mayor.

4/4 C=1
Audente Con Dolorosa Musik – Syair : Kusbini (1935)

DIBAWAH POHON KEMBOJA

Di sa – na kau menanti aku menda – tang
Engkau bersemayam di singa sana keemasan; Dibawah kembo
Ja Terapit nisan berkesan’
Kutaburkan bunga elati suci, ba gi mu Di sa

Na Kau menanti Aku Mend – tang
Engkau bersemayam di singa sana keemasan; Dibawah kembo
Ja Tenteram damai ba – ha – giaTerapit nisan berkesan
Kutaburkan bunga melati suci, ba gi mu bahagia

BENGAWAN SOLO
(Langgam Keroncong)

Dalam tahun 1940, Gesang menciptakan langgam keroncong Bengawan Solo, berbentuk lied terdiri 32 ruas lagu (bar) dibagi sebagai berikut :
Thema ke 1 dan ke 2 bersambung dengan thema ke 3 kontrastik, selanjutnya bersambung dengan thema ke-4. Masing-masing theme terdiri 8 ruas lagu (bar). Lagu tersebut hingga sekarang masih hidup dan populer. (Oleh: Pak Belang)

(bersambung)

About gemakeroncong

News about Keroncong Music
This entry was posted in Berita Utama. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s